Waspadai Penggiringan Opini Lewat Publikasi Hasil Survei

jpnn.com - JAKARTA - Tim Kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penggiringan opini melalui publikasi lembaga survei. Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa pada pemilihan presiden kali ini, survei sering dijadikan alat pemenangan untuk membangun persepsi menang.
"Publik masih ingat bagaimana kredibilitas survei sering dipertanyakan karena minimnya keahlian, pengalaman, dan tidak adanya tranparansi anggaran survei," kata Hasto, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (9/7).
Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu melanjutkan, ukuran yang sebenarnya dari survei adalah ketika dukungan rakyat berhasil ditunjukkan secara spontan tanpa pengerahan ataupun pencitraan. "Itulah survei sebenarnya," tegas pria berkacamata ini.
Hasto melanjutkan, survei yang hanya mengabdi pada pemodal dan untuk pencitraan ibarat menggali kubur sendirti. Karenanya, Hasto meminta semua pihak menyuarakan hak konstitusional dengan sepenuh hati, tanpa intimidasi.
"Kita suarakan kedaulatan kita untuk memilih. Pertimbangan nurani jauh lebih penting daripada sekedar mengikuti hasil polling rekaan," pungkasnya. (boy/jpnn)
JAKARTA - Tim Kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penggiringan opini melalui publikasi lembaga
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dukung Larangan SOTR di Jakarta Utara, Sahroni: 90 Persen Berakhir Tawuran
- ASN PPPK Silakan Cek Leger Gaji, Alhamdulillah Gratis
- Kades Kohod Disebut Bersedia Bayar Denda Pagar Laut Rp 48 Miliar
- Hengky Pribadi Mangkir di Sidang Korupsi Retrofit PLTU Bukit Asam
- Marak Penggunaan Teknologi AI, PKB Ikut Arus untuk Hal Positif
- Tidak Semua Driver Ojol Ikut Ajakan Demo soal THR, Alasannya Manusiawi