Waspadai Rayuan Maut Bandar Narkoba!

jpnn.com, JAKARTA - Integritas calon Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pengganti Komjen Budi Waseso harus benar-benar teruji. Pasalnya, godaan bandar narkotika terhadap aparat begitu dahsyat.
Ada kebiasaan patungan tiap bulan yang dilakukan bandar Jakarta-Riau untuk bisa merekrut oknum menjadi begundalnya.
Entah siapa saat ini yang menjadi rekanan bandar narkotika itu. Namun, sumber Jawa Pos di Polri dan BNN memastikan bahwa godaan bandar sebenarnya telah hinggap di sela-sela ruangan di BNN.
Bandar narkotika di Jakarta sebenarnya saling mengenal. Bahkan, mereka memiliki hubungan yang solid untuk melanggengkan kerajaan bisnisnya. ”Rayuan maut ke oknum itu cara utamanya bertahan,” ujarnya.
Rayuan maut itu berbentuk sogokan. Tidak tanggung-tanggung, sogokan itu diberikan tiap bulan seperti gaji.
Jumlahnya jelas fantastis, sebab uang gaji oknum ini dikumpulkan dari tiap bandar alias patungan. ”Setoran ini ada,” ungkapnya.
Ada satu bandar yang bertugas menjadi pengepul hasil patungan itu dan menyetornya ke oknum. Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan bandar seantero Jakarta.
Bahkan, bandar yang menguasai pemasaran di Kepulauan Riau juga ikut urunan. ”Jaringannya antarprovinsi,” paparnya.
Para Bandar narkoba punya kebiasaan patungan tiap bulan untuk bisa merekrut oknum menjadi begundalnya.
- Oknum Polisi Jadi Bandar Narkoba, Bripka Khairul Yanto DPO
- Brigjen Mukti Sebut Direktur Persiba Catur Adi Bandar Narkoba Kaltim
- Polda Riau Tangkap Bandar Narkoba, Amankan 14 Kg Sabu-sabu dan 6.800 Butir Ekstasi
- Polres Banyuasin Tangkap Residivis Bandar Sabu-Sabu
- Pascapenangkapan Bandar Narkoba, Polda Bengkulu Siagakan Personel
- Terduga Bandar Narkoba yang Tikam Polisi Saat Penggerebekan Dikenakan Pasal Berlapis