Waspadai Zat Berbahaya Pada Jajanan Tradisional
Sabtu, 23 Februari 2013 – 11:57 WIB
Dibeberkannya, makanan yang mereka temukan mengandung formalin dan boraks sebagai pengawet itu terdapat pada pempek, mie basah, tahu, bakso, ayam, dan ikan serta beberapa hasil laut lainnya. Perlu diketahui, makanan yang berformalin itu biasanya tidak lengket, bertekstur kenyal, dan lebih mengkilap dibandingkan makanan normal lainnya dan yang jelas memiliki bau agak menyengat formalin.
Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, sebaiknya perlu dilakukan pengawasan yang lebih intensif lagi terkait peredaran tersebut. “Jadi, jangan hanya lakukan razia tiga kali sebulan saja tapi harus dilakukan lebih intensif lagi agar produsen yang nakal bisa bernar-benar terjaring,” ucapnya.
Sementara itu, plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dr Hj Fenti Aprina M Kes mengatakan, pengawasan makanan, minuman, dan obat-obatansecara langsung dilakukan oleh Pemerintah kabupaten/kota. “Namun kita juga memeliki seksi yang melakukan pengawasan secara rutin,” ujarnya.
Menurut Fenti, jika didapatkan produsen yang menggunakan zat berbahaya maka pihaknya akan langsung melaporkan kepada yang berwenang. “ Kita akan laporkan mereka ke penyidik untuk diproses secara hukum terlebih dahulu,” ungkapnya. (rip/cj6)
PALEMBANG – Masyarakat di metropolis harus mewaspadai makanan-makanan yang beredar bebas di pasaran, khususnya makanan tradisional. Hal ini
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- 5 Makanan Ini Bikin Kolesterol Tinggi Tak Berkutik
- 5 Khasiat Jus Daun Pepaya yang Bantu Obati Penyakit Ini
- Awali 2025, Lawless Burgerbar Perkenalkan Master of Nuggets
- 7 Cara Alami yang Membantu Menghilangkan Tungau Kasur, Dijamin Ampuh!
- Ini Peran Dokter Andrologi dalam Kesehatan Pria, Silakan Disimak
- 6 Hal yang Harus Anda Ketahui Mengenai Kanker Serviks