WHO Setujui Alat Tes COVID-19 Lebih Murah dan Lebih Cepat Bagi Negara Miskin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera akan meluncurkan tes rapid yang murah untuk membantu negara-negara miskin lebih banyak mendeteksi virus corona.
- WHO ingin meningkatkan kapasitas tes di negara-negara miskin
- Rapid tes kurang akurat namun hasilnya lebih cepat
- Dirjen WHO mengatakan program ini sebagai 'berita baik' saat perang melawan COVID-19
Dengan biaya sekitar Rp70 ribu per tes, program yang telah didanai hingga $600 juta, atau sekitar Rp6 triliun, diharapkan bisa dimulai bulan Oktober nanti.
Tes rapid dianggap kurang akurat, namun mampu memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan tes swab yang dikenal sebagai tes PCR yang sudah banyak digunakan di negara-negara maju.
Tes ini akan digunakan untuk melacak antigen atau protein yang bisa ditemukan di permukaan virus.
Tes standar PCR memerlukan peralatan laboratorium dan bahan kimia khusus dengan hasil yang baru bisa diketahui setelah beberapa hari.
Baca juga:
- Seberapa penting tes rapid dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia?
- Kapasitas tes COVID-19 di Indonesia masih rendah
- Jangan percaya dengan teori konspirasi dan informasi salah soal tes virus corona
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan program terbaru ini sebagai 'berita baik' dalam perang melawan COVID-19.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera akan meluncurkan tes rapid yang murah untuk membantu negara-negara miskin lebih banyak mendeteksi virus corona
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi