Wibi NasDem Diperiksa KPK, Ada soal Aliran Duit Haram ke Gondangdia?

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Wibi Andrino mengaku hanya ditanyai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seputar transaksi jual-beli mobil milik kolega separtainya, anggota DPR RI Hasan Aminuddin.
Keponakan Ketum NasDem Surya Paloh itu mengaku tidak ada pertanyaan mengenai dugaan aliran dana hasil rasuah Hasan dan sang istri, Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari ke partai.
"Tidak ada, tidak ada pertanyaan tentang itu," kata Wibi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/3).
Wibi pun meyakini tak ada aliran duit hasil korupsi ke markas besar NasDem di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
Selama pemeriksaan, lanjut Wibi, dirinya ditanya penyidik seputar transaksi mobil. "Kurang lebih ada sekitar belasan pertanyaan," jelas dia.
Wibi mengaku bukan menerima mobil, melainkan membelinya dari Hasan Aminuddin. Dia mengaku transaksi jual-beli mobil itu terjadi pada 2020 silam.
"Jadi mobil itu yang dikonfirmasi oleh pihak KPK. Saya diminta untuk menjelaskan bukti-bukti jual belinya," kata dia.
Mengenai dugaan mobil tersebut dibeli dari hasil korupsi Hasan dan Bupati Probolinggo, Wibi menyerahkan kepada penyidik untuk mendalami statusnya. Namun, dia memastikan membeli mobil tersebut.
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Wibi Andrino mengaku dicecar penyidik KPK soal apa?
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah
- Pengacara Ungkap Tiga Kelemahan Jaksa Jawab Eksepsi Hasto, Silakan Disimak
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto
- Jaksa KPK Tegaskan Perkara Hasto Murni Penegakan Hukum
- Tinggalkan Hasto di Pengadilan, Febri Hadiri Pemeriksaan KPK, Penyidik Ternyata Cuti