Wimar Witoelar Ajak Indonesia Rawat Keragaman

Setelah pertemuan itu, Wimar kemudian mengadakan beberapa pertemuan serupa di Jakarta dan Bandung, dan kemudian informasi beredar sehingga ada permintaan agar dia berbicara di luar negeri.
"Di Melbourne, saya akan berbicara di luar negeri pertama kalinya. Bulan Januari saya juga akan berbicara di Kuala Lumpur dan juga kemudian di Tokyo dan mungkin ditempat lain. Yang saya harapkan adalah bahwa ini akan menjadi seperti bola salju, semakin membesar," kata Wimar lagi.
Lalu apa yang menurutnya harus dilakukan untuk merawat keragaman tersebut?
"Saya ingin kita semua untuk menghindari politik kebencian, walaupun hal tersebut dipakai oleh pihak lain."
"Saya ingin mengeluarkan suara positif bahwa kita masih kuat di Indonesia bahwa kita sebagai warga biasa sudah mampu bekerja melahirkan seorang presiden seperti Jokowi, melahirkran wakil gubernur seperti Ahok."
"Mereka sudah menghasilkan banyak karya selama pemerintahan mereka."
"Jadi jangan kita dimakan kebencian dan menjadi melawan. Karena kalau kita adu kebencian, kita akan kalah karena kita bukan orang yang biasa membenci," tambahnya.

ABC News: Ari Wu
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi