Wisata Luar Angkasa Makin Marak, Peminat Diminta Perhatikan Resiko Medis

"Jawabannya tentu adalah menerbangkan lebih banyak orang, dan era baru pariwisata luar angkasa yang segera datang mungkin memungkinkan kami untuk melakukan penelitian medis lebih lanjut dengan adanya lebih banyak orang," utaranya.
Ia lantas mengimbuhkan, "Tapi nomor satu kami harus memastikan masyarakat sadar akan resikonya, dan nomor dua, memungkinkan sebanyak mungkin orang untuk terbang tapi mengetahui bahwa ada beberapa batasan kesehatan, ada beberapa batasan kebugaran yang jika tak Anda penuhi, Anda tak bisa terbang."
Dr Robert mengatakan, sementara perjalanan luar angkasa komersial belum lepas landas, pengujian medis para astronot di luar angkasa itu memiliki efek domino bagi orang-orang di daratan.
"Misalnya osteoporosis ... ini sangat mirip dengan apa yang terjadi pada astronot di orbit, tapi empat kali lebih cepat. Jadi kami menjadi kelinci percobaan untuk membantu para peneliti di daratan lebih memahami osteoporosis, mekanismenya dan apa penanggulangan serta perawatan yang bisa dilakukan," kemukanya.
Dengan adanya rencana penerbangan luar angkasa komersial yang makin marak, muncul peningkatan minat terhadap kedokteran ruang angkasa.Para dokter
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana