Wisma Tuna Ganda, Tempat Memuliakan 'Orang-Orang Tak Diinginkan'
Tak Berhitung soal Gaji, Layani Penyandang Cacat Seperti Anak Sendiri
Senin, 10 Februari 2014 – 00:01 WIB

Roisyah (berdiri), salah satu pengasuh di Wisma Tuna Ganda (WTG) Palsigunung, Cimanggis, Jakarta Timur, bersama Markus Manulang yang menjadi salah satu penghuni panti asuhan tersebut. Foto: Ayatollah Antoni/JPNN.Com
Belasan lainnya diambil lagi oleh pihak keluarga, diadopsi pihak lain atau dirawat oleh panti asuhan lainnya. Kini, tersisa 31 anak asuh yang masih menghuni Wisma Tuna Ganda.(ara/jpnn)
Tak seorang pun ingin terlahir dan hidup sebagai penyandang cacat, apalagi lebih dari satu jenis cacat.
Redaktur & Reporter : Antoni
BERITA TERKAIT
- PNM Salurkan Bantuan Ramadan ke Masjid dan Panti Asuhan
- IFG Life Berbagi Dengan Anak Panti Asuhan, Belanja Baju Lebaran & Bukber
- 10 Ribu Paket Sembako Dibagikan untuk Panti Asuhan dan Wreda di Berbagai Daerah
- Polres Kuansing Gelar Buka Puasa Bersama, Lihat Hangatnya Kebersamaan Polisi & Anak Panti Asuhan
- Dukung Program Ketahanan Pangan Prabowo, Yayasan Kemala Bhayangkari Bikin Kolam Ikan di Panti Asuhan Bantul
- Pegadaian Beri Bantuan Operasional kepada Yayasan Remaja Masa Depan