World Vision: Terlalu Banyak Lembaga Amal di Australia Mencari Dana

Sebuah lembaga utama yang mewadahi berbagai LSM mengatakan terlalu banyak lembaga amal di Australia yang bersaing satu dengan yang lain untuk mengumpulkan dana, dan karenanya perlu adanya penggabungan.
Direktur World Vision Tim Costello, yang juga mengetuai Dewan Komunitas Australia mengatakan mereka sudah melakukan berbagai pertemuan untuk mengatasi masalah tersebut.
Dalam penjelasannya kepada ABC, Costello mengatakan lembaga amal ini harus bekerjasama untuk mencegah adanya tumpang tindih, dan juga membuat masyarakat 'letih' melihat begitu banyak lembaga amal yang ada.
"Kami menyadari bahwa banyak warga yang merasa 'muak' karena merasa 'dirampok' di jalan, telpon tiba-tiba ke rumah, atau oleh relawan di jalan-jalan, terlalu jalan usaha mencari dana yang dilakukan lembaga yang mirip satu dengan yang lain."
"Kami mengatakan bila lembaga ini bisa bergabung dengan kantor yang sama, berbagi tenaga, bila maksud mereka bisa dilakukan lewat penggabungan, dengan dampak yang lebih besar, mari kita lakukan." kata Costello.
CEO World Vision Tim Costello mengatakan Australia memiliki terlalu banyak lembaga amal. (AAP: Alan Porritt)
Costello mengatakan dia memahami bahwa banyak organisasi yang khawatir bila mereka bergabung akan membuat kredibilitas mereka menurun.
"Kami ingin adanya pemain baru yang bisa melakukan hal-hal yang inovatif, namun dengan adanya 65 ribu lembaga amal di Australia, tidak semuanya memiliki nama yang bisa dipercaya."
Sebuah lembaga utama yang mewadahi berbagai LSM mengatakan terlalu banyak lembaga amal di Australia yang bersaing satu dengan yang lain untuk mengumpulkan
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana