Wow, Satu Buku Rp3 Juta
Rabu, 17 Oktober 2012 – 08:08 WIB
Semisal analisis data, survei hingga pengumpulan data-data penunjang lainnya. Terlebih, berbeda dengan data statistik yang di-up date beberapa tahun sekali, buku profil terus dirubah tiap tahunnya mengikuti perkembangan di lapangan yang cukup dinamis.
“Kalau nominalnya saya tidak tahu. Apakah mungkin itu edisi lux (mewah) atau bisa jadi mungkin kaitannya tidak hanya cetak tapi penghimpunanan data. Tiap tahun berubah, seperti UKM-UKM di Bogor apakah bertambah atau berkurang. Belum lagi ditambah segala informasi penunjang lainnnya,” kata dia.
Adanya buku profil, imbuh Lutfie, sangat diperlukan sebagai salah satu acuan pendukung untuk pendukung Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati. Dalam pembuatannya, buku profil juga tak jarang melibatkan pihak eksternal yakni para konsultan di masing-masing bidang. Sehingga, yang perlu diperdalam pada evaluasi adalah detil dari proses pembuatan buku tersebut.
“Buku ini menjadi pentung untuk media informasi. Semisal pada Dinas Pariwisata, ada potensi yang belum tergali dan sangat membutuhkan investor. Memang tidak jauh dengan data pada Badan Statistik, tapi buku profil didukung visual dan di-up date setahun sekali,” tukasnya.(RB/sam/jpnn)
CIBINONG- Praktek seenaknya saja menggunakan uang APBD, masih saja berlangsung di banyak daerah. Di Kabupaten Bogor misalnya, ditemukan kejangalan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Gerakan Guna Ulang Jakarta, Edukasi Mengurangi Pemakaian Plastik Sekali Pakai
- Fasilitas Makin Lengkap, Triboon Hub Tambah 2 Resto Baru di Jakarta
- Durasi Pemadaman Lampu Program Earth Hour Terlalu Singkat
- Di Tengah Sosialisasi Tupoksi kepada Warga, MKD DPR RI Singgung Pelat Nomor Khusus
- Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Warga Bekasi Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- Anies Bangun Kampung Gembira Gembrong dengan Dana Rp 7,8 Miliar dari Infak Salat Id di JIS