Yakin Corona Telah Pergi, Warga Indonesia di Melbourne Siap Berwisata Kembali


Pelaku bisnis tur lainnya Doddy Purwoko selama ini banyak menangani turis-turis internasional di Melbourne.
Sejak bulan Agustus, Doddy harus banting setir melakukan bisnis lain karena usaha pariwisata yang dia kelola belum bergerak lagi sampai perbatasan internasional Australia dibuka.
"Bisnis wisata masih mati. Kami terpaksa beralih ke bisnis lainnya untuk sementara waktu," kata Doddy.
Menurut dia, wisata internasional baru akan hidup lagi bila sudah ada vaksin yang ditemukan.
"Tanpa adanya turis internasional kita tidak bisa bertahan," ujarnya.
"Turis lokal ada tapi cuma satu dua saja, karena mereka mau menyetir sendiri, jadi mereka tidak perlu ikut tur," kata Doddy lagi.
Sementara menunggu keadaan pulih kembali, Doddy mengatakan bisnis yang dilakukannya adalah membeli dan menjual barang-barang dari Australia ke Indonesia dan sebaliknya.
Setelah menjalani lockdown terlama di dunia, negara bagian Victoria, Australia, berhasil mencatatkan rekor 14 hari tanpa kasus baru atau kematian terkait COVID-19 pada hari Jumat (13/11)
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana