Yandri: Pandai Bahasa Arab dan Hafal Alquran itu Radikal? Itu Sungguh Membuat Saya Tersinggung Pak
Sebelumnya, Komisi VIII DPR juga mempersoalkan pernyataan Fachrul
soal institusi pemerintah memiliki banyak peluang disusupi paham radikal yang diawali dengan mengirimkan anak-anak good looking untuk mendapatkan simpati, seperti seorang anak yang bahasa Arab dan hafal Alquran, atau hafiz.
Yandri sepakat bahwa radikal yang negatif harus dibasmi, tetapi dia tidak terima bila ada yang menarasikan orang Islam bahkan penghafal Alquran itu radikal.
"Menarasikan bahwa Islam itu radikal, menarasikan orang pandai bahasa Arab itu radikal, hafal Alquran itu radikal, itu sungguh membuat saya tersinggung, pak, secara pribadi maupun selaku ketua Komisi VIII DPR," kata Yandri.
Menurut Yandri, persoalan ini harus diklarifikasi secara sungguh-sungguh. Dia pun meminta hal seperti ini tidak perlu diulang kembali.
"Bagaimana mungkin orang yang bisa bahasa Arab atau hafal Alquran itu bapak katakan sumber utama radikal? Saya kira ini tidak elok untuk dikembangkan," kata Yandri.
Komisi VIII DPR mencecar rencana Menag Fachrul Razi yang berencana melakukan sertifikasi dai dan penceramah serta menarasikan radikalisme dengan cara yang berbeda.
- Akademisi: Sebagian WNI di Suriah Layak Mendapat Kesempatan Kedua
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa
- Langkah Mendes Yandri Berhentikan TPP Dinilai Bukan karena Like and Dislike
- Mendes Yandri: Insyaallah Swasembada Pangan Segera Terwujud Jika Ada Kolaborasi
- Lokataru Sebut Putusan MK Menunjukkan Mendes Yandri Lakukan Intervensi Politik
- Dukung Asta Cipta Presiden, Menpora Dito dan Mendes Yandri Perkuat Sinergitas