Yawan Shuuu
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
jpnn.com - Perkembangan Whoosh... bisa dibilang menggembirakan. Dalam dua minggu operasi sudah mencapai okupansi 90 persen.
"Akhir pekan kemarin mencapai 99 persen," ujar Allan Tandiono, direktur pengembangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tadi malam.
Di akhir pekan itu jumlah penumpang mencapai 13 ribu orang. Hanya dalam satu hari.
Maka mulai besok, jadwal Whoosh diperbanyak. Sekaligus dua kali lipat. Dari 14 kali sehari menjadi 28 kali. Yakni 14 kali dari Halim (Jakarta), 14 kali dari Tegalluar/Padalarang (Bandung).
Tentu Anda mulai menghitung-hitung: berapa uang masuk dari penjualan tiket. Saya juga senang menghitung rezeki orang lain.
Maka kalau saja tarifnya normal pemasukan ke perusahaan sudah bisa mendekati Rp 100 miliar/bulan.
Tentu belum sebegitu benar. Sampai bulan depan harga karcisnya masih pakai diskon. Tetapi itu soal keberanian memutuskan saja: mulai kapan diskon itu dihapus.
Rp 100 miliar masih jauh dari pembayaran kewajiban bulanan: sekitar Rp 250 miliar/bulan –seperti perhitungan ahli perbankan Dr Sunarsip.
Perkembangan Whoosh... bisa dibilang menggembirakan. Dalam dua minggu operasi sudah mencapai okupansi 90 persen.
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Puncak Arus Balik 6 April, KAI Minta Pemudik Berangkat Lebih Awal
- Renovasi Rumah
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Terjadi Pada 6 April
- KAI Group Layani 16,3 Juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
- Pagar Danau