YESSS... Italia Boyong 30 Pengusaha Ke Indonesia Jalin Kerja Sama senilai 1,055 Miliar Dolar AS

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Italia akan menjalin kerja sama bisnis yang mencapai nilai 1,055 miliar dolar Amerika Serikat. Menurut Presiden Joko Widodo, kerja sama baru yang dijalin kedua negara terutama di bidang logistik, energi infrastruktur, serta ekspansi di bidang otomotif.
Total ada 30 pebisnis Italia yang masuk dalam delegasi tersebut untuk membahas kerja sama.
“Dalam pertemuan tadi kami membahas empat isu utama, yaitu peningkatan kerjasama di bidang industri kulit, fashion dan furniture. Kemudian peningkatan kerjasama di bidang pariwisata,” ujar Jokowi, sapaan Joko Widodo dalam jumpa pers bersama Mattarella di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/11).
Selain itu, kata dia, ada peningkatan kerja sama di bidang energi, termasuk penggunaan CPO sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Jokowi mengatakan, hubungan Indonesia dan Italia dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan melalui berbagai kerja sama tersebut.
“Perdagangan di 2014 mencapai sebesar 4,01 miliar dolar AS. Dan investasi Italia ke Indonesia mencapai 63,02 juta dolar AS, dan wisatawan Italia ke Indonesia mencapai 68 ribu orang,” tandas Jokowi. (flo/jpnn)
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Italia akan menjalin kerja sama bisnis yang mencapai nilai 1,055 miliar dolar Amerika Serikat. Menurut Presiden
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Satu Institusi Menjadi 'Superbodi'
- Selamat, Guru Besar Untar Profesor Ariawan Gunadi Raih Penghargaan Internasional
- Baznas (Bazis) DKI Luncurkan 18 Program Ramadan, Target Kumpulkan ZIS Rp 120 Miliar
- Sritex Setop Operasional 1 Maret, Karyawan Teken Surat PHK
- Menteri Trenggono: Kades Kohod & Staf Diberi Waktu 30 Hari Bayar Denda Rp 48 M
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah