Yogjakarta Gandeng Monash University Eradikasi Demam Berdarah

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu akan menghilangkan semua kasus dengue. Tapi kami berharap teknologi ini akan secara signifikan berkontribusi pada pengurangan kasus demam berdarah."
Monash University adalah pusat penelitian dan pengembangan program dan memimpin tim peneliti.
"Semua bukti mengarah pada kesuksesan," kata Profesor Cameron Simmons, direktur Analisis Dampak di World Mosquito Program.
Metode pengendalian demam berdarah yang paling umum, seperti fumigasi, hanya bersifat sementara dan vaksin dianggap terlalu mahal di negara-negara berkembang, di mana prevalensi virus demam berdarah paling umum berjangkit.

Keuntungan dari bakteri Wolbachia adalah bahwa, sekali disebarkan pada populasi nyamuk, makan ia akan secara permanen berjangkit di populasi itu.
"Ini adalah aplikasi yang sekali saja dilakukan maka akan memberikan potensi perlindungan perlindungan kesehatan bagi masyarakat secara bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun bagi komunitas itu," kata Profesor Simmons.
bakteri itu juga efektif melawan beberapa penyakit mematikan yang disebabkan oleh nyamuk lainnya, seperti zika dan chikungunya.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana