Yogyakarta Susun Protokol Baru Pandemi Covid-19
"Atau menempatkan tempat cuci tangan di berbagai sudut sekolah apabila nantinya kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan secara jarak jauh atau online. Termasuk mengatur posisi duduk siswa supaya bisa jaga jarak," katanya.
Berbagai usulan protokol baru yang sudah dirumuskan oleh seluruh instansi tersebut kemudian akan dikaji sebelum diterapkan.
Heroe memastikan seluruh protokol tersebut harus didasarkan pada aspek kesehatan sebagai acuan utama.
“Kalau masih mengandalkan aturan atau protokol pencegahan yang normatif, maka tidak akan memberikan hasil yang efektif karena protokol tersebut dibuat dengan asumsi seluruh masyarakat mematuhinya. Tetapi, pada kenyataannya tidak seperti itu,” katanya.
Heroe menambahkan, berbagai protokol baru tersebut dilakukan untuk menuju kondisi normal baru yang akan terjadi saat pandemi COVID-19 sudah sepenuhnya berlalu.
“Kondisi normal baru ini akan terjadi saat kasus sudah turun dan tidak ada lagi kasus baru. Kalau kondisi saat ini, belum bisa disebut sebagai normal baru,” katanya.
Hingga Senin ini, jumlah pasien positif COVID-19 Kota Yogyakarta yang masih menjalani perawatan berkurang dibanding Ahad (17/5) dengan 11 pasien. Sedangkan pasien dalam pengawasan yang menjalani perawatan tercatat 24 pasien. (antara/jpnn)
Kondisi masyarakat ketika pandemi Covid-19 mulai berubah, karenanya perlu disusun protokol baru merespons kondisi itu.
Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan
- Usut Kasus Korupsi di Kemenkes, KPK Periksa Dirut PT Bumi Asia Raya
- Kasus Korupsi Proyek APD Covid-19, KPK Jebloskan Pengusaha Ini ke Sel Tahanan
- Korupsi Insentif Nakes RSUD Palabuhanratu, Polda Jabar Tangkap 3 Tersangka Baru
- Korupsi Pengadaan Masker Covid-19 di NTB, Kerugian Negaranya
- Menkes Sebut Virus Mpox atau Cacar Monyet Tidak Mengkhawatirkan seperti Covid-19
- Jilbab IKN