Youthquake, Fenomena Pengubah Wajah Dunia

Dia juga memberikan sentuhan perubahan dengan tidak malu-malu mengakui kisah cinta uniknya dengan sang istri yang 24 tahun lebih tua darinya kepada dunia.
Kekuatan para pemilih muda itulah yang kini mulai membuat Pakatan Harapan, koalisi oposisi Malaysia, gundah. Pasalnya, Mahathir Mohamad, kandidat PM mereka, tidak punya kedekatan dengan kaum muda.
Politikus 93 tahun itu bukan Bernie Sanders yang, meski tua, digandrungi para pemilih muda AS. Tapi, di Malaysia bisa jadi itu bukan masalah.
Kemarin, Sabtu (13/1) Strait Times melaporkan bahwa para pemilih muda Malaysia enggan bersinggungan dengan politik.
Data terbaru Election Commission menyebutkan bahwa dua pertiga dari pemilih yang belum daftar ulang adalah mereka yang usianya 20 tahun ke bawah.
Agustus lalu Merdeka Center merilis hasil survei yang menyebutkan 7 dari 10 pemilih muda mengaku tak peduli dengan politik. Dua pertiga di antaranya menganggap politikus sebagai masalah.
”Dari istilah fashion, kini youthquake menjadi kental dengan politik. Semuanya berkat kaum milenial yang menggerakkannya,” ujar Katherine Connor Martin, direktur Program Kata Baru pada Oxford Dictionary, dalam wawancara dengan New York Times.
Susie Dent, lexicographer Inggris, mengatakan bahwa kini istilah tersebut punya makna yang positif. Menurut dia, kini youthquake juga identik dengan harapan dan kekuatan. (hep/c10/dos)
Kemunculan kedua youthquake pada 2017 punya gaung yang lebih kuat. Sebab, youthquake lahir kembali lewat kendaraan yang lebih digdaya: politik.
- AHY Dinilai Tepat Menunjuk Rezka Oktoberia Jadi Wasekjen Demokrat
- TB Hasanuddin Tegaskan Kebebasan Pers Harus Dilindungi, Intimidasi Tak Bisa Ditolerasi
- Soal Kasus Hasto Kristiyanto, Pakar Nilai Langkah KPK Bermuatan Politis
- Wamendagri Apresiasi Dukungan Megawati pada Retret Kepala Daerah
- Legislator PDIP Minta Danantara Tak Kena Intervensi Politik, Biar Tidak Seperti 1MDB
- Lewat Retret Kepala Daerah, Prabowo Dinilai Sedang Menghancurkan Demokrasi