Yusril-Hartono Kembali Dicekal
Jumat, 24 Juni 2011 – 16:42 WIB

Yusril-Hartono Kembali Dicekal
JAKARTA - Tersangka kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesudibjo kembali tak bisa bepergian ke luar negeri. Ini menyusul terbitnya surat cegah dan tangkal (cekal) oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) atas permintaan Kejaksaan Agung. Lalu apakah ini indikasi kasus Sisminbakum akan berlanjut sampai ke pengadilan? Wakil Jaksa Agung Darmono yang ditemui terpisah mengatakan, cekal diperpanjang selama pemeriksaan masih berlanjut. "Jadi kalau keterangan yang bersangkutan masih diperlukan, biasanya selama ini kan masih akan diperpanjang (pencekalannya)," tegas dia. (pra/jpnn)
Perpanjangan cekal keduanya tertuang dalam surat Keputusan Jaksa Agung No 195/D/Dsp.3/06/2011 tertanggal 24 Juni atas nama Yusril, sedangkan Hartono dicekal lewat surat bernomor 196/D/Dsp.3/06/2011 tanggal 24 Juni 2011. "Surat permohonan perpanjangan cekal dari kejaksaan untuk Yusril kita terima lewat faksimili jam 13.01 WIB, kalau Hartono jam 13.03 WIB," kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM Herawan Sukoaji, saat dihubungi wartawan Jumat (24/6).
Tindak lanjut dari permohonan ini, lanjut Herawan, Ditjen Imigrasi akan mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Yusril-Hartono, kemudian disiarkan ke pintu masuk dan ke luar negeri (bandara dan pelabuhan) di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
JAKARTA - Tersangka kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesudibjo kembali tak bisa bepergian
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- H+6 Lebaran, 50 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Barat Lewat Tol
- Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
- One Way Nasional Resmi Dibuka untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran, Pemudik Wajib Tahu
- Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Kembali Diberlakukan
- Dukung UMKM, Pemprov Jakarta Siapkan Anggaran Rp 300 Miliar
- Gubernur Sulteng Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Jurnalis Situr Wijaya